Protected: Perjalanan Cinta

29 05 2015

This content is password protected. To view it please enter your password below:





Protected: Puisi Cinta

27 05 2015

This content is password protected. To view it please enter your password below:





Vitamin A untuk anak kita

27 05 2015

Narasumber: Elly Risman, Psi
(Direktur dan Psikolog Yayasan Kita dan Buah Hati)
〰〰〰〰〰〰〰〰
Tantangan zaman yang luar biasa berat bagi anak-anak kita saat ini membutuhkan Vitamin A (Ayah) yang memiliki peranan sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak 💪👨

Ayah…
Engkaulah nahkoda, penentu Garis Besar Haluan Keluarga, engkau yang menentukan kemana keluarga kita akan kau bawa 🚢⛵🚤🚣⚓

Engkau bukan hanya pencari rizki yang penuh berkat, yang menyediakan makanan lezat dan pakaian yang hangat, serta  rumah dan isinya yang tak mudah berkarat, bagi kami kau adalah pembimbing anak & istri yang hebat 🍲🍹👕👚🏡👪

Ayah..
Engkau adalah pembuat kebijakan dan peraturan, engkau pula yang menentukan standar keberhasilan. 👍👊👏

Ayah..
Engkau senantiasa melakukan pemantauan dan perawatan terhadap kami dan harta benda yang kau titipkan. 💑👫💍💎🚲🚗🚘

Ayah..
Luangkan waktumu lebih banyak lagi ya. Obrolan sederhana yang kau bangun dengan anak kita, membuat ia menjadi anak yang:
🌸Tumbuh menjadi orang dewasa yang suka menghibur
🌸Punya harga diri yang tinggi
🌸Prestasi akademis di atas rata-rata, dan
🌸Lebih pandai bergaul

Ayah lain yang kurang ngobrol dan bercengkrama dengan anak, ternyata menyebabkan anak perempuannya:
👧Cenderung mudah jatuh cinta dan mencari penerimaan dari laki-laki lain
👧7-8 kali lebih mungkin memiliki anak diluar pernikahan.
👧Cenderung suka lelaki yang jauh lebih tua, dan
👧Cenderung lebih mudah bercerai

Ternyata hal ini berlaku pada anak perempuan dari latar belakang sosial ekonomi apapun.😵😣:twisted:

Sedangkan anak laki-laki yang jarang diajak ngobrol oleh ayahnya,
👦Lebih beresiko terlibat pornografi, narkoba, dan tindak kriminal
👦Cenderung lebih cepat puber di usia yang lebih muda
👦Cenderung join a gang, dan
👦Cenderung menemui kesulitan mendapatkan atau mempertahankan pekerjaan di masa dewasa

Ciri anak yang kekurangan vitamin A adalah lebih rentan terhadap peer pressure:'(

Ayah…
Ingat yuk peran kita sebagai orangtua; anak itu AMANAH; kita mendapatkan tugas dari Allah untuk mengasuh dan membesarkan anak dengan baik dan benar. Sebab itu butuh perjuangan (pikir, rasa, jiwa, tenaga, waktu dan biaya).💪🔥🙏

Ayah…
Yuk pimpin keluarga dengan membuat Visi Pengasuhan bersama Ibu. Visi membuat Ayah dan Ibu lebih mudah mengayuh bahtera keluarga bersama-sama.🚩🇮🇩👌

Keluarga Nabi Ibrahim (QS. Ibrahim: 35-37) mempunyai misi:
✅Penyelamatan aqidah,
✅Pembiasaan ibadah,
✅Pembentukan akhakul karimah dan
✅Pengajaran lifeskill (entrepreneur).

Sedangkan Visi Keluarga Imran (QS. Ali Imran: 35), yakni menciptakan hamba Allah yang taat.

Ayah…
Mari kita terus perbaiki pola pengasuhan selama ini. Anak kita perlu mendapat validasi dari kita agar ia tidak perlu mencari dari orang lain. Ia membutuhkan 3P:
❤ Penerimaan,
❤ Penghargaan, dan
❤ Pujian.

Ayah..
Mari kita bedakan pola pengasuhan anak laki-laki dan perempuan kita, sebab:
👫Otak mereka berbeda
👫Tugas dan tanggung jawab mereka kelak dewasa juga berbeda
👫Sehingga, tujuan pengasuhannya pun berbeda. Anak laki-laki kita kelak mengemban tanggungjawab yang lebih besar daripada anak perempuan kita. Selain menjadi hamba yang bertakwa dan berperan di masyarakat, anak laki-laki kita kelak akan menadi pendidik dan pengayom keluarga.

Ayah…
Penting sekali vitamin A bagi anak; bukan hanya meluangkan ‘waktu lebih’, tapi kuantitas dan kualitas berjalan seimbang. Tidak hanya terlibat secara fisik, tapi melakukan authoritative parenting (kasih sayang tinggi – tuntutan tinggi, yakni orangtua memberikan dorongan, dukungan, perhatian dan menawarkan perhatian tanpa kekerasan).👪💑❤⏰

Ayah…
Biasakan tanya perasaan anak kita setiap hari ya, itu berarti kau sedang membangun kekuatan emosi dan kedekatan batin dengan mereka. Ingat PERASAAN ya Yah… 💗💓💛💙💜💚

Biarkan dirimu menjadi tempat curhat anak-anakmu, tempat mereka meluapkan perasaannya. Kalian bisa ngobrol tentang apaaaa saja, tentang hal-hal yang pribadi, tentang hal yang menyenangkan, tentang kesulitan yang dialami, tentang hal yang yang dianggap tabu dan menjadi tantangan anak zaman sekarang.💭💬💌🙈🙉🙊

Ayah…
Berikan fondasi bagi anak-anakmu agar kelak mereka kuat dan mampu berdiri sendiri dengan arif dan disayangi banyak orang.:);)

Ayah..
peranmu tak tergantikan untuk membantu Ibu membesarkan anak yang sehat dan bahagia, yang nantinya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan kestabilan Negara.🇮🇩🇮🇩🇮🇩👏

Pesan Rasul tercinta, manusia yang baik adalah mereka yang  paling baik kepada KELUARGAnya.👳👴👵

Let’s make everyday a Father’s day!
👨👧❤👦👩
〰〰〰〰〰〰〰

Mohon sampaikan untuk ayah-ayah lainnya 🙂

🍀👨👳🐠👮👷🍀

Semoga bermanfaat…
Terima kasih…





Learn to Draw for kids

21 05 2015

Nemu situs ini. mau di keep ah buat ngajari fawwaz nanti. 😀

http://www.activityvillage.co.uk/learn-to-draw-animals





Kita mengetahui, tapi sayang, kita tdk mengamalkan.

19 05 2015

🌍 BimbinganIslam.com
⏰ Sabtu, 20 Rajab 1436 H / 9 Mei 2015 M
📝 Artikel Tematik
————————-

Kita Mengetahui, Tapi Sayang, Kita Tidak Mengamalkan

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pernah mengisahkan: “Seorang anak perempuan meninggal karena Thoun, kemudian ayahnya melihatnya di dalam mimpi, maka ayahnya berkata kepadanya: “Wahai anakku kabarkan kepadaku tentang akhirat!”

Anak perempuan itu menjawab: “Kami telah melewati perkara yang sangat besar, dan sesungguhnya kita telah mengetahui, tapi kita tidak mengamalkannya. Demi Allah, sesungguhnya satu ucapan tasbih atau satu rakaat sholat yang tertulis dalam lembaran amalku lebih aku sukai daripada dunia dan seluruh isinya”..

Berkata Ibnul Qayyim: “Anak perempuan itu telah mengatakan perkataan yang dalam maknanya (sesungguhnya kami mengetahui, tapi kita tidak mengamalkan), akan tetapi banyak diantara kita yang tidak memahami maknanya..”

Kita mengetahui, bahwa ucapan سبحان الله وبحمده Subhanallahi wa bihamdihi sebanyak 100 kali  akan  menghapuskan dosa-dosa kita, walaupun dosa kita sebanyak buih di lautan. Akan tetapi sayang.. Berapa banyak hari kita yang berlalu tanpa kita mengucapkannya sedikitpun..

Kita mengetahui, bahwa pahala  dua rakaat Dhuha setara  dengan pahala 360 shodaqah, akan tetapi sayang.. Hari berganti hari tanpa kita melakukan sholat Dhuha…

Kita mengetahui, bahwa orang yang berpuasa sunnah karena Allah satu hari saja, akan dijauhkan wajahnya dari api  neraka sejauh 70 musim atau 70 tahun perjalanan. Tapi sayang, kita tidak mau menahan lapar..

Kita mengetahui, bahwa siapa yang menjenguk orang sakit akan diikuti oleh 70ribu malaikat yang memintakan ampun untuknya.. Tapi sayang, kita belum juga menjenguk satu orang sakit pun pekan ini..

Kita mengetahui, bahwa siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya sebesar sarang burung, akan dibangunkan sebuah rumah di surga. Tapi sayang, kita tidak tergerak untuk membantu pembangunan masjid walaupun hanya dengan beberapa puluh ribu..

Kita mengetahui, bahwa siapa yang membantu janda dan anak yatimnya, pahalanya seperti berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang berpuasa sepanjang hari tanpa berbuka, atau orang yang sholat sepanjang malam tanpa tidur.  Tapi sayang, sampai saat ini kita tidak berniat membantu seorang janda pun..

Kita mengetahui, bahwa orang yang membaca satu huruf dari Al Qur’an, baginya sepuluh kebaikan dan satu kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh kali. Tapi sayang, kita tidak pernah meluangkan waktu membaca Al Qur’an dalam jadwal harian kita…

Kita mengetahui, bahwa haji yang mabrur, tidak ada pahala baginya kecuali surga, dan akan diampuni dosa-dosanya sehingga kembali suci seperti saat dilahirkan oleh ibunya. Tapi sayang,  kita tidak bersemangat untuk melaksanakannya, padahal kita mampu melaksanakannya..

Kita mengetahui, bahwa orang mukmin yang paling mulia adalah yang yang paling banyak sholat malam, dan bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya tidak pernah meremehkan sholat malam di tengah segala kesibukan dan jihad mereka. Tapi sayang kita terlalu meremehkan sholat malam..

Kita mengetahui, bahwa hari kiamat pasti terjadi, tanpa ada keraguan, dan pada hari itu Allah akan membangkitkan semua yang ada di dalam kubur. Tetapi sayang, kita tidak pernah mempersiapkan diri untuk hari itu..

Kita sering menyaksikan orang-orang yang meninggal mendahului kita, tetapi sayang, kita selalu larut dengan senda gurau  dan permainan dunia seakan kita mendapat jaminan hidup selamanya dan tidak akan akan menyusul mereka..

Wahai Saudaraku yang dirahmati Allah.. Semoga kita segera merubah keadaan kita mulai detik ini, dan mempersiapkan datangnya hari perhitungan yang pasti akan kita hadapi..

Hari dimana kita mempertanggung jawabkan setiap perbuatan kita di dunia..

Hari ketika lisan kita dikunci, sedangkan mata, kaki, dan tangan kita yang menjadi saksi..

Dan pada  hari itu, setiap orang akan lari dari saudaranya, ibu dan bapaknya, teman-teman dan anaknya, karena  pada hari itu setiap orang akan disibukkan dengan urusannya masing-masing..

📝 Diterjemahkan oleh Ummu Sholih
Di kota Madinah
__________________________
📦 Donasi Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

📝 Kritik dan saran untuk Group Bimbingan Islam silahkan disampaikan kepada kami melalui:
🌐 http://www.bimbinganislam.com/kritikdansaran





3 Days and 3 Nights in Bandung

19 05 2015

Alhamdulillah, akhirnya sy ma keluarga kecil bisa liburan jg k bandung. sejak hamil kmr, ini pertama kali menginjakan kaki lagi di kota nun dingin di sana. sedikit melenceng dr rencana yg awalnya kita berangkat kamis dan balik sabtu, kita berngakt jadiny arabu siang karna si uda bisa kabur (ada acara di ktr palyja) dan gw tentunya bs masuk setngah hari alias menyimpang dunk 😀 hotel gmn? gampang, gw tinggal telp hotel yg pernah gw incer sblmnya kaya dago resort and spa, accordia dago dan solusi terakhir tentu wisma tubagus 😀

Rabu

kita berangkat dr Jakarta jam stgh 2 kl ga salah. packing2 sbnrnya udh dicicil dr semalam, cuma ternyata bs cepet jg ya gw packing apalagi kan byk printilan bocil yg harus di bawa. pas masuk tol, kita di sambit dgn macetos ala jakarta. pas cek google map, bener aja macet ini akan bertahan smpe bekasi. lumayan nih. dan emang gw liat byk bgt truk2 gede berseliweran di jalan tol waktu itu. ga tau d ada acara apa mereka smpe byk gitu ya. gw aj smpe ketiduran di belakang. fawwaz yg nemenin ayahnya. di depan. sedap bgt ya bisa tidur selonjor gt di blk. pas pertigaan yang k tol cikampek baru d jalan lancar bgt. melek d mata gw. cihuy..udah ga sabar nyampe bandung. jd spt yg gw bilang di atas. kita pergi rabu itu dadakan. awal rencananya sh berangkat kamis pagi. ya jadilah kita book hotel yg tersedia aj. udah book 3 hotel, dago resort & spa di rate 450rb, accordia dago di rate 350rb dan tentu saja wisma tubagus yg selalu mnjd ban serep andalan di rate 280rb sj 🙂 karna galau milih dago resort ato accordia dago. eh pas nemu accordia dago, si uda nawarin pengen liat yang dago resort kebetulan kita liat petunjuk arahnya td ga trllu jauh dr accordia. eh pas di telusuri trnyata itu hotel di ujung kampung. udah jalannya jelek dna menanjak, bener2 sepi bgt lg. kan kita nyampe sana magrib ya, kedengrean lo jangkrik pd sahut2an. pas nyampe saking sepinya, akhirnya kita balik kanan d, balik k accordia dago aj biar lbh idup suasananya. dan ternyata accordia dago itu bikin jatuh cintaa…saya suka..saya suka…kita kan pesen kamar deluxe with balcony ya. awalnya di kasih lantai 3 yg terletak di paling dasar, kit aminta naik k atasnya di lntai 2. yippi. luas kamarnya. semua parquet. bersih. trus yg paling ptg pas besok sarapannya enyak..enyak..enyak…pastinya pengen balik lg d ke sini.

Kamis

agenda hari ini kita pergi k arah lembang, rencananya sh tengkuban perahu. udah pernah sh k sini sbenernya. cuma pengen k sini lagi. sebelum nyampe lembang kita sholat dan makan siang di pengkolan 2. hm…rasanya so2 bgt d. enakan d’cost mnrt gw. tempatnya jg so2 bgt. ga menarik sh ya mnrtku. cuma si uda kan nawarinnya disana, dan kebetulan ga keliatan jg pilihan lain dkt2 sana. gw ga mau komen karna takut si uda tersinggung. hehe..hbs makan langsung kita menuju arah tengkuban perahu. total kerusakan kl ga salah, mobil 30rb, orangnya 15rb per orang. jd total 60rb ya. sayangnya ga terlalu lama kita di sana, muncul kabut yg tebel, ketutup d lembahnya. jdlah putunya yg bagus ga terlalu banyak.

habis dr tengkuban perahu kita mampir di Natural, restoran dan bisa petik stroberi. masuknya per orang 10rb sh. trus kalo mau beli strobeli per onsnya 7rb. rada males sebenrnya. wong stroberunya jarang bgt. katanya mang lg ga musim kali ya. udah di jabani sampe kebun paling atas, tetep dikit dapetnya. jd total stroberi yg gw petik cm seons aj alias 7rb. trus setelahnya jg dapat jus stroberi gratis an segar. fawwaz doyan ini.

Ga lama2 di Natural, kita lgs mnuju hotel kedua. oiya di jalan gw mampir beli alpukat dan kabocha, keliatan seger2 bgt. tp ternyata tetep mahal ya bu. 20rb sekilo alpukat. itupun udah di tawar lo. sekilo isinya 2 lagi. tp alhamdulillahnya alpukatnya ini enak. udah gw coba td malam. ga apa2lah ya mahal dikit. selain alpukat gw beli kabocha 1 biji 10rb. msh anteng dikulkas. nunggu mud kl mau bikin kolak ntar 🙂 oiya hotel kedua kita di the travel hotel cipaganti. pas chek in dikasih lantai 3, udah mnta tuker sm lantai atas biar viewnya dapet, tak dikasih euy. katanya yg lantai 4 k atas itu kelas executive, suite dll. jd lantai 2 dan 3lah yg paling bawah. buahahaha…kan paling muyah 😀 428rb sajo pesen di traveloka. trus yg jd note bgt ternyata kamarnya lbh kecil euy di banding accordia yg murah itu. walau sarapannya banyak pilihan tp rasanya semua ga ada yg ngena di hati. ada lontong sayur, ada kentang grg sm udang tepung, rendang ala sunda kali ya, bubur ayam, buah, susu segar dgn corn flakenya, roti bakar. tapai..oh tapi..daku lbh suka sarapan di accordia walau 1 jenis tp enaknya berasa. kl udah jatuh cinta gini ya. lantai di the travel juga parquet tp karna ukurannya lbh kecil bocah jd kurang area buat lari2an. point tambahan di sini adalah kolam renang dan sayang sekali si bocil ini ga suka berenang euy. pe er bgt d gue knp ni bocah bisa ga suka ya. pdhl sengaja ini nyari hotel yg ada kolam renang biar doi seneng. yg ada malah bapaknya yg berendam lama dan teteup di akhir2 mau udahan si bocil agak dipaksa gitu masuk air. tentu biar bisa putu2.

Jumat

berhubung hari jumat jd kita sengaja sholat jumat dulu dkt hotel br main lg ke luar. cuma pihak hotel teteup mengharuskan kita chek out jam 12 plg telat. jd bunda fawwaz n d geng (fawwaz doang) nungguin pujaan hati di lobby. selesai uda sholat jumat, trus gantian gw yang sholat. hbs tu br d kita cau jalan2 k luar. bingung euy mau jalan kemana. awalnya sh pengen k maja house, cuma pas udah liat kok sepi ya dr luar. walah jangan2 ntar kita doang pengunjungnya. jd putar balik dunk si uda, kita putuskan k dusun bambu aj. soalnya pas diliat di fb salah satu temennya kayaknya lumayan bagus. agak jauh sh perjalanan menuju dusun bambu ini. masuknya juga bayar 15rb per orang ditambah mobil 15 rb. total 45rb. agak2 gmn gitu ya kok bayar sh? nyampe parkiran kita di anter sm angkot warna warni ke lokasi. tak pikir awalnya ini buat keliling trnyta itu angkot buat k restorannya. ok d. naik ajolah kita. sesampainya di area itu ternyata emang bagus tempatnya. ada restoran kayak food market gt. ada saung2 di sekitar danau yg kl kesana hrs pake perahu. ada sungai yg airnya mengalir dr atas. ada wahana anaknya juga buat mancing, main kelinci sm apa gitu yg ada pegasnya. ya puaslah, ada area makannya yg unik kayak sarang2 burung gitu, trus ada wahana tmpat main juga. seruu lah.

IMG-20150515-WA0010[1]

Ada tempat makannya kayak sarang burung ya. lucu dan unik.

IMG-20150515-WA0009[1]

tuh bagus kan? saung2nya mengelilingi danau dan harus naik perahu kl mau kesana

IMG-20150515-WA0008[1]

sungainya jg bagus. kyk taman gt d.

pulang dr sana sy mampir beli gorengan tahu sumedang yang gurih, cuma ternyata pisang gorengnya sangat enak dan yg terenak yg pernah gw coba. malah tahunya biasa aj. sambalnya jg tawar gt rasanya. ntar kl k bandung k soo lg ah nyari pisang gorengnya yang enak bgt.

Pulang dr sini agak kurangs emangat gitu karna mau nginep di hotel wisma tubagus. hahaha. udah kebayang ga menarik sh. bener aja. pas check in kita dpt di lantai 2. kamarnya gede sh. cuma kok rasanya sepi ya. trus karna udah 2 malam di kamar yg lantainya parquite sombong gt kok ga enak ya lantai keramik. wkwkwk.

Sabtu

Berhubung jadwal hari ini padat, jd sengaja bangun pagi dan ga pake tiduran lagi. jam 8 udah siap check out. agenda pertama mau k rumah pak tuo uda dulu. ga jauh dr sana sh lokasinya. kita beliin jeruk buat buah tangan. pulang dr sana pengen nyobain yoghurt cisangkuy yg tersohor itu dan ternyata rasanya es te de bgt. ga mau balik lg ah k sono. mana itu lychee yang katanya seger? gw dapet yg layu dan yoghurtnya engga bgt d. mending cimory. apa kbtln gw aj yg kurang beruntung ya.

ga butuh waktu lama mah di cisangkuy, paling 30 menit doang. hbs tu kita merapat k juanda buat beli ole2. apa aja? awalnya k denhaag klapper taart, hbs tu jalan kaki k amanda yg akhirnya ga kuat dan tetep maksa uda buat ambil mobil di parkiran denhaag. hbs dr amanda, masih di sempetin makan siang di pagi sore tubagus. cuma karna si istri blm terlalu lapar dan si bocil kesayangan tertidur pulas, maka cukup pak suami pesen satu doang dan makannya berdua di mobil. mau makan es shanghai kata si uda penjualnya ga niat jualan udah ditungguin ga datang2 akhirnya batal dunk. setelah itu langsung kita meluncur k tol pasteur. tentu tak lupa dulu beli ole2 lagi buat kantor uda berupa kripik tempe goreng dan gw lupa dunk beli oel2 buat ktr gw dan akhirnya beli amanda lg di sana. pdhl harga di amanda cuma 32 rb, di sana di bandroll 38 rb. hiks…poor me. setelah itu ga ada mampir2 lagi. langsung meluncur k tol arah jakarta. gw ga lama stlh itu tertidur. nyampe2 udah di KM 97 dan siuda mau berhenti buat sholat dan katanya pemandangannya bagus.

di rest area 97, kita sholat, trus nongkrong di dpn masjid karn apemandangannya bagus. pesen bakso dan teh pucuk harus maknyus bgt d rasanya. baksonya sh rasanya biasa, cuma karna didukung pemandangan yg bagus trus ada uda dan bocil lg. apa sh yang ga enak 😛 jam 3 lwt kl ga salah kita cuss lg. dan alhamdulillah jalanan lancaaar jaya. jam setengah 5 udah nyampe jkt. si uda juga lumayan ngebut sh jalannya.

Alhamdulillah masih bisa liburan, msh bisa senang2, dikasih rezeki sm Allah, dikasih nikmat sehat. semoga makin berkah, rezei bertambah dan bisa holiday brg keluarga lagi. Aamiin.





Goblok bener sih, mama??

18 05 2015

Yap..nambah ilmu lagi. parenting..parenting..!!!

Share artikel Parenting hari ini

”Goblok Bener Sih, Mama!” Jangan Panik Bila Anak Anda Marah Begitu

Kata-kata kasar, umpatan jorok, bahkan perilaku kasar kadang dibawa anak sebagai oleh-oleh dari pergaulan- nya di luar. Tak perlu panik bila hal ini menimpa putra-putri Anda. Ada kiatnya, kok, untuk mengatasinya.

Punya anak usia prasekolah, Bapak-Ibu mungkin akan terkaget-kaget. Pasalnya, dari mulut sang buah hati yang sudah lancar berbicara ini, tak jarang terlontar kata-kata yang membikin merah telinga kita. Ambil contoh pengalaman Ny. Baskoro (34) berikut ini.

Suatu kali Dina, putrinya yang berusia 4,5 tahun, tengah mengerjakan PR melipat dan menempel. Seperti biasa, Ny. Baskoro mendampinginya sambil memperhatikan apa yang dikerjakan Dina dan membantunya kala mengalami kesulitan. Tak jarang Ny. Baskoro ikut mengerjakan PR anaknya itu. Nah, pada hari itu, ketika Ny. Baskoro membantu Dina melipat, tiba-tiba si kecil berteriak,

“Goblok bener , sih, Mama ini. Bikinnya gini , lo, Ma!” sambil merampas kertas tersebut dari tangan ibunya. “Saya sempat shock  mendengarnya. Kok, bisa-bisanya dia ngomong begitu? Padahal, selama ini saya dan ayahnya selalu mengajarinya sopan-santun, kalau ngomong juga enggak boleh teriak-teriak. Eh, tiba-tiba, kok, dia omong begitu dan perilakunya juga kasar, main rampas begitu. Dari mana, ya, dia mendapatkan kata-kata kasar seperti itu?” tutur Ny. Baskoro dengan nada bingung.

BELUM TAHU

Sebenarnya, bila kita paham bahwa anak seusia Dina mulai gemar bersosialisasi, maka kita tak akan terkaget-kaget apalagi sampai shock  seperti halnya Ny. Baskoro. Pasalnya, ketika anak mulai gemar bersosialisasi, maka ia pun akan menyerap segala hal dari lingkungannya, termasuk hal-hal buruk semisal omong kasar.

Jadi, sekalipun kita yakin tak pernah mengajarinya berkata-kata maupun berkelakuan buruk, namun bisa saja hal demikian terjadi pada si kecil. Anak usia prasekolah, seperti dikatakan Dra. Rostiana , sedang dalam masa perkembangan senang melakukan imitasi. Selain itu, “taraf berpikirnya masih praoperasional, belum sampai taraf operasional. Jadi, anak masih berpikir konkret sekali,” jelasnya.

Anak juga mulai mengembangkan konsep-konsep; konsep tentang teman, tentang baik-buruk, benar-salah, dan sebagainya. “Tapi justru disinilah bahayanya,” ujar Pembantu Dekan III Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara, Jakarta ini.

Soalnya, dalam perkembangannya yang demikian, apa yang ada di luar dan menarik perhatiannya, bisa langsung terserap olehnya tanpa ia tahu benar apakah kata-kata maupun perilaku itu buruk atau tidak. Dalam bahasa lain, karena anak belum tahu, maka akhirnya banyak hal yang tak diinginkan orang tua dan sebenarnya juga tak diajarkan, ternyata dilakukan anak. Termasuk memaki-maki seperti yang dilakukan Dina ataupun berkata-kata jorok, dan sebagainya.

SUMBER PENGARUH

Jadi, Bu-Pak, betapa besar pengaruh lingkungan terhadap buah hati tercinta yang sedang dalam masa tumbuh-kembang ini. Misalnya, si kecil tengah bermain bersama teman-temannya, lalu ia melihat seorang temannya merebut mainan anak lain dan menang.

“Bagi anak yang melihat, hal ini sangat mengasyikkan, walaupun anak yang direbut mainannya itu menangis. Karena ia berpikir, dengan merebut, ternyata mendapat sesuatu. Akhirnya ditirulah perilaku itu,” jelas Rostiana. Bukan berarti yang menjadi sumber pengaruh buruk ini hanya melulu terbatas pada teman mainnya, lo. “Sumbernya bisa datang dari siapapun juga dan dari mana pun si anak berada atau melihat.”

Misalnya, saat sedang jalan-jalan bersama Anda, si kecil melihat orang dewasa berantem sambil memaki-maki dengan kata-kata kasar maupun jorok. Ternyata, kejadian itu ditonton banyak orang dan bahkan disoraki.

Baginya, hal ini sangat exciting  karena perbuatan itu mendapat perhatian banyak orang dan mendapat dukungan pula dengan cara disoraki. Nah, karena ia belum bisa menangkap sebagai hal baik atau buruk, maka ditirulah. “Jadi, hanya sekadar imitasi.”

Namun, dalam imitasi tersebut, anak hanya akan meniru hal-hal yang exciting  buatnya. Terlebih lagi bila ada faktor reinforcement -nya (penguat). Jadi, kalau ada anak memaki temannya dengan kata-kata, “Goblok, lu !”, misalnya, lalu ada yang menyoraki, berarti ada reinforcement-nya. Ia pun tergerak untuk menirunya karena dengan cara itu, ia akan mendapat perhatian dari orang lain berupa sorakan teman-temannya. Dengan demikian, perilaku buruk akan tertanam pada anak bila ada model atau faktor pencetusnya dan ada faktor penguatnya. “Apalagi kalau saat ia mencoba meniru, ia juga diberi penguat oleh orang lain, dielu-elukan sebagai yang paling hebat, misalnya, maka makin kuatlah perilaku itu melekat padanya,” tutur Rostiana.

Selain itu, bila anak mengalami sendiri, misalnya, ia yang dikatai “goblok”, maka akan lebih membekas dibanding bila ia hanya menyaksikan orang lain yang dikatai seperti itu. Akibatnya pun lebih “parah”, bisa menimbulkan agresivitasnya. Saat di rumah, ia bisa melontarkan kata tersebut dengan sangat kasar, semacam pelampiasan dendam.

Perlu diketahui, pengaruh buruk ini biasanya lebih banyak diadopsi oleh anak perempuan. Soalnya, perkembangan verbal anak perempuan lebih cepat dibanding anak lelaki. “Kalau anak lelaki, justru perkembangan motoriknya yang lebih cepat,” jelas Rostiana. Namun demikian, bukan berarti anak lelaki tak bisa mendapat pengaruh buruk ini, lo. Jadi, sekalipun Bapak-Ibu hanya memiliki si Buyung, namun tetap perlu waspada.

REAKSI YANG TEPAT

Nah, dengan mengetahui bagaimana proses terjadinya pengaruh buruk tersebut, menurut Rostiana, yang paling penting dalam upaya mengatasinya adalah reaksi dari sekeliling anak. Bukankah tanggapan dari orang-orang di sekelilingnya ikut menentukan, apakah perilaku buruknya akan semakin buruk ataukah berubah baik?

“Bila lingkungan rumah si anak tak paham terhadap proses belajar anak usia ini, maka yang terjadi bisa macam-macam,” kata Rostiana. Bisa jadi tanggapan orang rumah malah menguatkan tingkah laku anak. Misalnya, ia mengatai kakaknya “goblok”, lantas kakaknya juga balas mengatai “goblok”. Berarti, hal ini saling menguatkan, kan?

Maka, perilaku itu pun akan lebih intens  lagi. Itulah mengapa, tanggapan atau reaksi yang tepat dari sekeliling sangat penting. Termasuk pula, tak menanggapi dengan larangan, “Eh, nggak boleh ngomong begitu, tidak sopan!” Jikapun melarang, sebaiknya orang tua juga menjabarkan tentang omongannya itu. Saat anak melontarkan kata “goblok”, misalnya, tanyakan, “Kak, goblok itu artinya apa, sih?” “Seringkali, jawaban yang diberikan anak tak sama dengan persepsi kita. Ia tak tahu apakah goblok itu. Ia hanya asal omong saja,” tutur Rostiana.

Bisa jadi jawabannya adalah, “Itu, lo, Ma, tadi si Ani nungging-nungging, terus Anto bilang, ‘goblok’.” Nah, salah, kan, arti goblok yang dimengertinya?

Lagi pula, bila anak tak dijelaskan, ia hanya tahu, omong “goblok” itu tak boleh karena itu sesuatu yang buruk. Sehingga, saat ia menjumpai kata “goblok” dalam konteks yang lain, ia pun akan kaget. Bukankah dalam konsep lain, kata “goblok” belum tentu buruk? Jadi, tandas Rostiana, tugas orang tualah menjelaskan arti sebenarnya dari kata tersebut dan menerapkannya sesuai konteksnya.

Misalnya, “Kata ‘goblok’ itu artinya bahwa orang itu belum mempunyai kemampuan untuk melakukan sesuatu. Misalnya, Ani belum bisa berhitung. Tapi bukan berarti ia goblok karena ia belum mencoba. Tapi kalau ia sudah berkali-kali nyoba  dan tetap saja enggak bisa, itu memang kategorinya goblok.” Dengan demikian, anak akan punya pertimbangan kapan kata itu diterapkan. Selain itu, anak pun perlu diberi tahu apa dampaknya bila ia melontarkan kata tersebut. Misalnya, “Temanmu bisa sakit hati. Nanti dia enggak mau lagi main sama kamu. Kamu jadi enggak punya teman. Nggak  enak, kan, kalau nggak punya teman?”

ARAHKAN TERUS

Begitupun kala anak menunjukkan perilaku buruk, orang tua harus memperlihatkan dampak dari perbuatannya itu. “Memberi tahu anak akan lebih efektif jika ia tahu konsekuensi dari tindakannya,” kata Rostiana. Selama anak cuma dilarang tak boleh, baginya masih abstrak karena ia tak tahu konsekuensinya. Jadi, misalnya, ia ngejorokin  dan meludahi adiknya, katakan, “Tadi Kakak lihat, kan, bagaimana Adik sewaktu Kakak jorokin dan ludahi?

Nah, bagaimana rasanya kalau Kakak yang dibegitukan?” Jadi, orang tua mengajari anak pada pola pikir yang konsisten bahwa kalau ada aksi pasti ada reaksi. “Dengan menggali reaksi anak, orang tua bisa mengarahkannya bila tak benar.” Yang justru jadi masalah bila ia malah bilang, “Biarin saja. Wong , Adik jahat sama aku, kok.”

Hal ini berarti, orang tua mesti lebih banyak lagi persuasifnya untuk memperlihatkan bahwa dampak dari perbuatannya itu buruk sekali sehingga tak boleh lagi dilakukan. Namun tentunya, pengarahan yang demikian tak hanya cukup sekali dilakukan. “Yang namanya anak, harus terus-menerus diingatkan sampai kebiasaan itu hilang.”

Jikapun kebiasaan itu tak kunjung hilang, jangan putus asa. Kita boleh, kok, menerapkan punishment . “Dulu anak saya punya kebiasaan mencubit. Nah, saat kami sedang bermain, seolah tanpa sengaja, ia saya cubit. Wah, ia kaget sekali dan sangat marah. Lantas saya bilang, ‘Rasanya bagaimana, Dik? Sakit, kan?

Itu pula yang dirasakan orang jika kamu cubit. Nggak  enak, kan, dicubit? Begitu juga orang lain.’ Dengan cara ini, sekaligus anak ditunjukkan dampaknya, juga tanpa sadar sebenarnya ia di-punish ,” tutur Rostiana. Selain itu, memperlihatkan dampak yang besar padanya pun, menurut Rostiana, sudah merupakan punishment  buat anak. Misalnya, ia memaki-maki dan memukul anak lain hingga anak itu menangis.

Nah, perlihatkan hal ini padanya bahwa akibat perbuatannya maka anak itu menangis tak henti-henti. “Coba, deh, kamu bayangin, ia akan menangis terus semalaman. Nanti akibatnya akan haus, tenggorokannya sakit, dan mungkin jadi tak bisa makan.”

Tentu saja bila ia bisa berkelakuan baik, bisa menahan diri untuk tak melontarkan kata-kata kotor atau perilaku buruk lainnya dalam jangka waktu tertentu, maka orang tua pun perlu memberikan rewards buatnya. “Rewards -nya tak perlu berupa es krim, misalnya, tapi pujian juga sudah sangat berarti buatnya.” Nah, Bu-Pak, sekarang sudah tahu, kan, bagaimana sebaiknya menghadapi si kecil yang suka melontarkan kata-kata ataupun berperilaku buruk?

KERJA SAMA DENGAN GURU

Alangkah baiknya bila Bapak-Ibu juga bekerja sama dengan guru si kecil di “sekolah”. Saran Rostiana , sering-seringlah bertandang ke “sekolah” anak, sekadar say hello  sama gurunya. Dengan demikian, kita jadi tahu bagaimana perilaku anak di “sekolah”nya. Juga, kalau ada pengaruh buruk dari temannya, kita bisa bekerja sama dengan guru dalam rangka menghilangkannya. Tak hanya itu, si guru pun bisa membantu untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut pada sumbernya. Rostiana lantas menuturkan, betapa teman anaknya yang semula jadi trouble maker  di “sekolah” bisa berubah baik berkat bantuan guru.

“Tadinya anak itu senang mengganggu anak-anak lain hingga menangis. Nah, oleh gurunya, si anak diminta jadi ketua kelas. Ia diberi tanggung jawab untuk mengatur teman-temannya dan menjaga mereka; pokoknya, enggak boleh ada yang menangis atau bertengkar. Karena rasa tanggung jawabnya, malah ia yang menjaga teman-temannya, menolong temannya jika kesusahan, bahkan selalu mendahulukan teman-temannya agar main duluan dan dia yang menjaga. Tanggung jawabnya tumbuh dan akhirnya ia tak jadi trouble maker  lagi. Nah, ada hasilnya, kan, jika kerja sama dengan guru?” Jadi, Bu-Pak, jangan sungkan untuk “beramah-tamah” dengan guru si kecil, ya.

BIARKAN SI KECIL TETAP BERGAUL

Jangan mentang-mentang lingkungan bisa memberikan pengaruh buruk, maka Bapak-Ibu lantas melarangnya bergaul. Bahkan, sekalipun kita tahu dari mana atau siapa yang jadi sumbernya. Pasalnya, anak butuh sosialisasi. Selain itu, “sumber buruk ini, kan, enggak cuma dari temannya, tapi juga bisa dari tetangga atau orang di jalanan. Nah, dengan demikian, kita tak bisa melarang anak untuk bermain bersama teman-temannya,” tutur Rostiana

(sydh/Nova)

http://m.voa-islam.com/news/muslimah/2010/12/11/12247/goblok-bener-sih-mama-jangan-panik-bila-anak-anda-marah-begitu/