Membasmi Generasi “HOME SERVICE”

29 04 2015

Barusan baca artikel dr salah satu blog favorit. https://aisyafra.wordpress.com/page/2/

artikelnya sbb :

Apa itu generasi “HOME SERVICE?” Generasi “HOME SERVICE” adalah generasi yang selalu minta dilayani. Ini terjadi pada anak-anak yang hidupnya selalu dilayani oleh orangtuanya atau orang yang membantunya. Mulai dari lahir mereka sudah diurus oleh pembantu, atau yang punya kekayaan berlebih diasuh oleh Babysitter yang 24 jam siap di samping sang anak. Kemana-mana anak diikuti oleh babysitter. Bahkan sampai umur 9 tahun saja ada Babysitter yang masih mengurus keperluan si anak karena orangtuanya sibuk bekerja. Anak tidak dibiarkan mencari solusi sendiri.

Contoh kecil saja, membuka bungus permen yang akan dimakan anak. Karena terbiasa ada babysitter atau ART, anak dengan mudahnya menyuruh mereka membukakan bungkusnya. Tidak mau bersusah payah berusaha lebih dulu atau mencari gunting misalnya.

Contoh lain memakai kaus kaki dan sepatu. Karena tak sabar melihat anak mencoba memakai sepatunya sendiri maka orang dewasa yang di sekitarnya buru-buku memakaikan kepada anak.

Saat anak sudah bisa makan sendiri, orangtua juga seringkali masih menyuapi karena berpikir jika tidak disuapi makannya akan lama dan malah tidak dimakan. Padahal jika anak dibiarkan tidak makan, maka anak tidak akan pernah merasa apa namanya lapar. Dan saat lapar datang seorang anak secara otomatis akan memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

Bagaimana dia akan belajar makan sendiri jika dia tidak pernah merasakan apa itu namanya lapar? Bagaimana dia akan belajar membuat minuman sendiri jika dengan hanya memanggil ART atau babysitter atau orangtuanya saja minuman itu akan datang sendiri kepadanya.

Saya mengutip perkataan seorang Psikolog dari Stanford University, Carol Dweck, beliau menulis temuan dari eksperimennya dalam buku The New Psychology of Success,

“Hadiah terpenting dan terindah dari orangtua pada anak-anaknya adalah tantangan”.

Tapi beranikah semua orangtua memberikan hadiah itu pada anak? Faktanya saat ini banyak orangtua yang ingin segera menyelesaikan dan mengambil alih masalah anak, bukan memberikan tantangan.

Saat anak bertengkar dengan temannya karena berebut mainan, orangtua malah memarahi teman anaknya itu dan membela sang anak. Ada pula yang langsung membawanya pulang dan bilang, ”Udah nanti Ibu belikan mainan seperti itu yang lebih bagus dari yang punya temanmu..gak usah nangis”.

Padahal Ibu tersebut bisa mengatakan,

“Oh kamu ingin mainan seperti yang punya temanmu ya? Gak usah merebutnya sayang.. kita nabung dulu ya nanti kalau uangnya sudah cukup kita akan sama-sama ke toko mainan membeli mainan yang seperti itu”.

Kira-kira bagaimana jika Ibu mengatakan demikian? Ada tantangan yang diberikan pada anak bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang dia ianginkan maka dia harus berusaha untuk menabung dulu. Tidak lantas mengambil alih bahwa everything oke… ada Ibu dan ayah disini yang akan mengatasi segala masalahmu nak.

Dalam keseharian Generasi “HOME SERVICE “ semua pekerjaan rumah tangga tak pernah melibatkan anak. Saat anak membuat kamarnya berantakan langsung memanggil asisten untuk segera merapihkan kembali. Anak menumpahkan air di lantai, di lap sendiri oleh Ibunya. Anak membuang sampah sembarangan, dibiarkan saja menunggu ART menyapu nanti.

Dalam hal belajar saat anak sulit belajar, orangtua telpon guru les untuk privat di rumah. Dalam hal bersosialisasi saat anaknya nabrak orang sampai mati di jalan karena harusnya belum punya SIM malah sudah bawa kendaraan sendiri. Orangtuanya langsung menyuap polisi agar anaknya tidak diperkarakan dan dipenjarakan. Beres kan.. hidup ini tidak susah nak.. selama orangtuamu ada di sampingmu. Iya kalau orangtuanya kaya terus… iya kalau orangtuanya hidup terus.. semua kan tak pernah bisa kita duga.

Generasi inilah yang nantinya akan melahirkan orang dewasa yang tidak bertanggungjawab. Badannya dewasa tapi pikirannya selalu anak-anak, karena tak pernah bisa memutuskan sesuatu yang terbaik buat dirinya.

Mau gimana lagi? Memang dididiknya begitu.

Sekolah yang carikan orangtua. Jodoh yang carikan orangtua. Rumah yang belikan orangtua, Kendaraan yang belikan juga orangtua. Giliran punya cucu yang mengasuh dan jadi pembantu di rumahnya juga ya si orangtuanya.

Kasian banget ya.. sudah modalin banyak ternyata orangtua tipe begini hanya akan berakhir jadi kacung di rumah anaknya sendiri. Maaf kalau saya menggunakan istilah ‘kacung” karena saya betul-betul prihatin kepada orangtua yang terlalu menjadi pelindung bagi anaknya, bahkan nanti buat cucunya juga.

Kapan bisa mandirinya tuh anak. Sahabat Nabi Ali Bin ABi Thalib RA sudah memberikan panduan dalam mendidik anak:

“Ajaklah anak bermain pada tujuh tahun pertama, disiplinkanlah anak pada tujuh tahun kedua dan bersahabatlah pada anak usia tujuh tahun ketiga.”

Jadi anak umur 7 tahun ke bawah memang dididik sambil bermain. Berikan tanggungjawab pada mereka meski masih harus didampingi seperti misalnya mandi sendiri, membereskan mainan, makan sendiri, membuang sampah dll. Untuk anak usia 7 sd 14 tahun mulailah mendisiplinkannya.

Misalnya menyuruhnya shalat tepat waktu, belajar berpuasa, mengerjakan PR sepulang sekolah, menyiapkan buku untuk esok pagi, membantu mencuci piring yang kotor, menyapu halaman rumah dll.

Apabila anak umur 7 sd 14 tahun itu tidak melakukan kewajibannya maka perlu diingatkan agar dia menjadi terbiasa dan disiplin. Untuk anak usia 14 sd 21 tahun maka orangtua harusnya bisa bersikap sebagai sahabat atau teman akrab.

Orang tua perlu menolong anak untuk belajar bagaimana menggunakan waktunya, dan mengajari anak tentang skala prioritas. Dalam hal ini terkadang orangtua sering merasa kasihan.

Karena semakin besar usia anak, maka semakin sibuk dia dengan kegiatan akademiknya. Anak ikut les ini dan itu, kegiatan ekstrakulikuler yang menyita waktu, kerja kelompok dll. Merasa anaknya tidak punya waktu, lalu orang tua, membebaskan anak dari pekerjaan rumah tangga. Padahal skill yang terpenting dalam kehidupan itu bukan hanya dari sisi akademik saja tapi bagaimana dia menghadapi rutinitas yang ada dengan segala keterbatasan waktunya.

Anda yang sudah menjadi orangtua pasti merasakan bagaimana seorang Ibu harus membagi waktunya yang hanya 24 jam itu untuk bisa mengelola sebuah rumah tangga. Pekerjaan yang tiada habisnya. Pekerjaan mencuci baju, menyetrika, membereskan rumah mungkin bisa minta orang lain melakukannya. Memasak juga bisa membeli yang sudah jadi, tapi jam mengasuh anak tidak ada habisnya bukan?

Apalagi jika di rumah tidak ada asisten karena sekarang ART semakin langka, jika pun ada gajinya minta selangit. Belum lagi banyak ketidakcocokkan. Udah bayar mahal, ngeyel, minta banyak libur, gak rapih juga kerjanya. Bikin emosi jiwa saja ya ? He..he…he…

Karena itu sebelum anda menjadi depresi sendirian, maka libatkanlah anak anak dalam pekerjaan rumah tangga.

Saya pernah membaca sebuah artikel yang meliput tentang sebuah keluarga di Indonesia yang punya 11 anak tanpa ART dan sering traveling ke luar negeri. Manajemen keluarganya TOP banget deh, dan kuncinya mereka melibatkan semua anaknya untuk ambil bagian dalam berbagai pekerjaan rumah tangga. Ada yang bertugas sebagai koki, menyetrika, mencuci, mengepel dll. Kompak banget deh. Asyik kan bisa memberdayakan sebuah keluarga seperti itu. Tidak ada yang meminta dilayani. Semua punya tugas dan tanggungjawab sendiri-sendiri. Saya yakin ke 11 anak mereka kelak akan menjadi orang dewasa yang bertanggungjawab, sukses dan mandiri.

Oh ya selain melibatkan anak-anak , faktor terpenting dalam meniadakan GENERASI “HOME SERVICE “ adalah peran ayah dalam mengerjakan perkerjaan rumah tangga. Di Indonesia masih banyak suami yang tidak mau terlibat dalam pekerjaan rumah tangga. Seakan-akan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, menyetrika, mengepel dll itu adalah aib buat seorang suami. Padahal menurut hasil penelitian, keikutsertaan para suami atau ayah dalam pekerjaan rumah tangga, berpengaruh positif terhadap keutuhan dan keharmonisan keluarga loh.

Berbagi pekerjaan dalam rumah tangga antara suami dan istri tidaklah perlu dibuat jobdesknya secara tertulis, tetapi buatlah semuanya sesuai dengan kesempatan yang mereka punya. Karena jika dibuat jobdesk bisa membuat pertengkaran apabila salah satu ada yang abai menyelesaikan pekerjaannya dan yang lain tidak mau mengerjakan karena merasa itu bukan tugasnya.

Ayah yang menjadi contoh mengerjakan pekerjaan rumah tangga juga akan menjadi teladan langsung bagi anak laki-lakinya bahwa pekerjaan rumah tangga itu tak mengapa dilakukan seorang laki-laki. Peran serta ayah dalam membantu pekerjaan rumah tangga ternyata berdampak positif pada hubungan antara anak dengan ayahnya.

Rata-rata ayah yang terbiasa melakukan perkerjaan rumah tangga terbukti sangat dekat dengan anaknya. Jika antara ayah dan anak sudah dekat maka hubungan suami dan istri pun akan semakin harmonis.

Pengalaman pribadi nih, suami saya suka sekali membacakan buku buat anak kami sebelum tidur. Itu membuat kedekatan emosi diantara keduanya terjalin sangat dalam. Anak saya tak pernah berhenti memuja ayahnya. Ternyata hal itu membuat saya makin mencintai suami karena dia memang sosok yang baik, apalagi dia juga memang tidak segan membantu pekerjaan rumah tanpa saya memintanya.

Buat saya, suami yang mau melakukan pekerjaan rumah tangga itu lebih macho dan ganteng dari actor sekaliber Brad Pitt atau Jason Stanham dari Holywood. Betul gak??

Jadi sudah siapkah keluarga anda meniadakan GENERASI “HOME SERVICE?”

Yuk kita sama sama mulai dari sekarang demi kebaikan dan masa depan anak-anak kelak.

Hm…abis baca ini asli kepikiran.
Ya Allah, bantu aku untuk bisa mendidik fawwaz menjadi anak yang sholeh, anak yang baik, anak yang bisa mandiri kelak, anak yang nurut sm orang tuanya. yang menyenangkan dan bermanfaat.
Aamiin.

Advertisements




Campak (lagi) kah?

29 04 2015

Gimana awal mulanya bocil kesayangan bisa campak? jadi jumat kmr pas pulang istirahat siang, daku menemukan kak nur lg ngompres si bocah yg lg tidur. pas ditanya kata kak nir, td pas selesai nyuci dia kaget pas megang kepala fawwaz panas bgt, akhirnya dia inisiatif kompres pake air anget. ALhamdulillah udah pintar ya kak nur kl ngompress pake air panas 🙂 nah pas pulang istirahat bener si bocah msh anget. tp udah ga sepanas td kata kak nur. ok, bundanya mau observasi dulu.

Sorenya, siboca msh anget tp udah jauh lbh mendingan, kata kak nur aktifnya jg berkurang, nemplok aj di gendongan. mgk ga ada tenaga ya. kacian km nak. pas uda pulang udah ngasih tau, ntar kl bocil masih panas bsk kita ga usah liburan ya uda. si uda bilang iya, ntar kita liat dl perkembangan si bocah. malemnya pas packing2 (persiapan aja kl jadi), si bocah keliatan ngantuk bgt, tidurnya jg cepet. ga pake rewel jg. trus malamnya jg ga trll sering bangun. panasnya jg udah reda. jd disimpulkan sptnya bocah udah baikan. jadi? teteplah besoknya pas sabtu pagi kita berangkat liburan k bogor sama keluarga uda. cerita lengkapnya di sini.

di cek trs angetnya udah ilang, cuma emang agak manja sh. apalagi pas minggunya. pas bangun masih mau main bola, trus tiba2 aj cranky sendiri marah2. maunya di gendong trs. mak sm bpknya mikir si bocah lg kambuh aja pengen di perhatiin. eh pas bsk senin paginya bundanya liat ada kayak merah2 gitu di punggungnya cuma blm trlalu ngeh tak pikir itu biang keringat dia spt biasa. siangnya ga sengaja liat lg punggungnya..whats??? kok banyak bentol2 merah kecil dan punggungnya penuh gitu. apa ini? moso kena campak lagi? padahal waktu bayi udah pernah kena, trus pas umur 9 bulan juga udah di imunisasi campak. dagunya juga banyak merah2 kl diperhatiin. trus hampir seluruh badan kayaknya kena. cuma karna kulitnya eksotis yang jelas bgt cuma di punggungnya itu. oh, melongoslah hati si ibuk melihat bocil kesayangan kena campak lagi.

Tadi pagi sh di cek masih ada bentol2 merahnya. ini anak emang jarang bgt d di bawa k dokter. sakit paling di observasi, di liat dl kl ga parah2 amat jarang bgt lah k dokter. kl kayak gini bagusnya gmn ya. bukannya bunda ga mau ajak km k dokter nak, bunda ga pengen membiasakan aj km dikit2 sakit minum obat. bunda berharap imun tubuh km bekerja maksimal jd ga dikit2 k dokter minum obat. bukan bunda pelit ya nak.

skr bunda masih mau observasi kamu syg, karna setau bunda campak itu disebabkan oleh virus jadi yg harus di perkua imun kamu karna dia akan sembuh dgn sendirinya.

Sehat2 ya nak. bunda happy saat liat kamu ceria dan sehat spt sedia kala.





Semalam di Villa Bukit Binual – Cilember

28 04 2015

Yuhuuu…udah brp lama ga nulis?? ya nulis kan butuh mood ya mbak. walaupun isi ga mutu macam blog ini, cuma tetep aja saat memindahkan isi pikiran kl ga mood krg syahdu. hahaha..bahasanya :P. ini jg agak di paksa dikit ya secara mnggu kmr kan kita abis liburan k bogor. jd aka sayang aja momen spesial iu ga diabadikan di blog tercintah ini. Si uda udah mulai sounding dr awal bulan kayaknya. si ratu antara senenag dan enggak, secara blm pernah ngajak fawwaz nginap di luar kan. takut aja si bocah rewel ato gimana2. cuma seneng juga karna bakal ketemu keluarga uda yg segambreng dan menyenagkan itu. H-1 sibocah demam panas, ah..apakah ini pertanda si bocah ga ngasih restu? cuma si ayah keliatan santai dan ga trlalu mikirin spt yakin aja gitu si bocah ga kenapa2. si ratu kebawa santai dunk ya. bener aja, pas malamnya lahmadulillah bocah ga rewel, berarti kayaknya jadi nih kita liburan. malam2 udah packing2, udah siap2in yg mo di bawa. tentu harus lengkap dgn apa? Derama..hahaha. iya pak suami ya udah tau kita mau siap2 packing pas malam itu, eh doi kerasukan jin rajin pas malam itu, pake bongkar dispenser, kipas dan lengkap dgn tempatnya buat dibersihini. ratu spanning dunk takut kecapekan. tapi tentu ratu drama lbh bijaksana ga pake misuh2. hehe.. Si uda udah bilang kalo bisa jam 6.30 udah siap. cuma ya kali sini ga pnya anak kecil bisa di atur2 kayak gitu ya ini aja jam 7 udah siap dan ready to go rasanya udah Alhamdulillah bgt. nyampe tol puncak kira2 8.20 ato 8.30. udah deg2an takut kejadian ini terulang lagi. berasa jumawa bgt udah pagi eh ternyata kena macet dunk waktu itu pas keluar tol ciawi. nah pas skr kita kena macet juga, cuma masih jalan. sempat stag gitu 30 menit. kita tungguin sampe jam 9 dan yeeey..pas jam 9 jalur dari atas di tutup dan kita bisa dgn lancar jalan k arah puncak. yipiii…cuma karna kita ga tau menau daerah sono ya, tetep aja sering berhenti gegara nanyai alamat takut kelewat dan ga blh turun lg. jdlah kita jalannya kayak keong. trus nyampe villanya jam brp? jam 10…hihi..sejam nyari alamat lumanyun yak. tp whatever tetep dunk, Alhamdulillah akhirnya nyampe dan wow bgt lah pas liat villa itu. gw sukaaa. ada kolam renangnya, pemandangannya yang mirip2 kampung gw di padang sana, trus makanannya enyak. #abaikan kl bermicin ya 😀 nih gw ambil dr situsnya gambar villa yg dimaksud.

villa bukit binual

Penampakan Villa yg cihuy

Villanya ada 2 tingkat lo, tingkat atas itu ruangan lepas ato serbaguna, karna kita rame, dijadikan tempat tidur pas malamnya, siangnya buat main anak2. bnr2 rame d, dewasa aja 30 orang. ya tinggal kalikan aj jumlah anaknya. seruu d. sabtu itu dihabiskan dgn berenang. sesi pertama tentunya anak2. trus dilanjutkan dgn sesi ke dua oleh bapak2 sambil main bola. si bocah ngapain? tentunya dia ga diajak renang, takut demamnya kambuh. jd doi cukup  mian bola saja brg teman2nya. apalagi ada yg jual mainan bola sabun jg di sana. jdlah dia sibuk ngejar bola2 sabun itu.

20150425_113158

Bocah main bola sabun

Akhirnya jam makan siang tiba. seneng d palagi pas liat menu ikan mujair goreng dgn sayur asemnya ditambah sambal terasi yang lezatos mnrt lidah gw. fawwaz tetep kebagian jatah makan yg gw bekel dr pagi dunk, apa itu? telor dadar penuh cinta maknya :D. lahap d gw makan palagi sambil ngeliatin pemndangan yg dimana2 ijo serta udara yang siang itu cerah bgt d. Pas sorenya, ada salah seorang sodara uda yang bersedia memandu acara karna kasian bocah2 main ga tentu juntrungan takut bosan ya, jd diajak main sm dia. bnr2 cucok d dia jd guru TK. gw sampe ketwa2 terhibur liatnya ama fawwaz.

20150425_163750

lucu kan?? kan??

Pas sore mulai menyapa asli d panasnya yg hottest bgt itu berganti 180 derjat jd dingin yg zupeer zekali. sampe nusuk tulang d dinginnya. gw untung aja bawa selimut dr rumah, jd ga berasa bgt pas mo tidur. dilengkapi dgn kaus kaki pulak. hahaha..sampe diketawain mau pindahan gw sm salah seorang sodara uda. bodo teuing ya..yg ptg gw aman dan ga kedinginan. yg kasian tentulah si uda. kan cowok2 ga kebagian kasur. asli kasin gw cuma ya mo gimana. mana mau kasih selimut gw jg ga genak sm sodara2 dia yg lain, untung bawa kaus kaki. Bsk paginya, si uda ngajakin jalan k salah satu curug yang kebetulan dekat dr sana. dekat mnrt sapa sh ini. udah jalannya nanjak dan jauh mnrt gw cuma ya karna terlanjur udah jalan aja serta rasa penasaran gw yg kebangetan makanya tetep aja di mampu2in. mana si fawwaz lg badmood lg ga mau jalan samsek. pas pulangnya br doi senang dan mau nginjekin kaki k tanah. tp tetep cuma bbrp menit. si uda yg kena getahnya. gendongin bocah tp tetep seneng2 aja dia. terbuat dr apa sh hati ayah ni bocah. brhasil bikin hati gw meleleh berkali2 :D.

20150426_073133

pemandangan curug

Setelah pulang dr curug ini tentunya jalan kaki jg, akhirnya kt gempor nyampe bawah, pdhl br jam 9 an apa jam 8 ya. trus si ayah ngajakin si bocah berenang. si bocah ini heran d ga suka main air ni anak. maunya di gendong aja trs. gw ngapain? putu2 dunk. gw jg takut air dan apalagi udah mulai panas menggila. abis itu kita antri mandi buat bersih2 dilanjutkan dgn packing2 mau balik. trus gw ngantuk mau tidur penuh di kamar, yowis goleran depan ruang TV aj smbil cerita2 sm sodara2. waktu itu kayaknya udah bosen ya, sambil nungguin makan siang yg berasa lama bgt. jam 12 an br d makan siang siap di santap. sekitar jam 1 an br d kita jalan pulang, dan….mampir dulu k cimory yg terkenal dgn susu segarnya itu. sayang pas nyampe sana ujan. pdhl ada tempat bermain anak cuma outdoor ya ga bisa dunk. gw pilih ole2 aja. mau beli coklat kok rasanya jauh lbh mahal ya dr di luar. ga jadi beli atuh. jadinya kita cuma beli susu segar, yoghurt, pia lestari dan pisang sale. total kerusakan 112rb dan gw berasa kurang ikhlas gt krna gw pikir hrsnya lbh m urah ya dibanding beli di giant dan ternyata sama aja. hahaha.. Alhamdulillah pas kita selesai belanja di cimori, jalur k jakarta lg dibuka, karna takut macet kita langsung cau aja jam 2 an itu. Alhamdulillah lg ga macet. jam 4 kita udah nyampe kontrakan nan imut lagi. ah seneng ya habis jalan2. meski capek jg dr sana pengen tidur dan istrhat. sampai jumpa lagi di liburan berikutnya. semoga lebih seru dan rezeki lancar ya. Aamiin. dan semoga si bocah dan keluarga kecil kita sehat2 selalu. Aamiin lagi. 🙂





Odong Odong

23 04 2015

Udah hampir seminggu ini, fawwaz kl pagi2 pas makan selalu di naikin odong2 sama mbaknya. awalnya sh gw ga ngeh, trus sampai si mbaknya minta duit khusus buat fawwaz pas pagi2 waktu itu utk naik odong2 dan naik kuda sorenya. kalo  kata si mbaknya ni, si fawwaz suka bgt naik odong2 buk.

ok d, jd kecil2 drmu udah bisa jajan ya nak, jajan odong2 sama naik kuda 😀

poto menyusul ya, lupa trs pas mau poto.





Protected: Ruang Mimpi

20 04 2015

This content is password protected. To view it please enter your password below:





Kecanduan

15 04 2015

Skr udah sampai di surat Al Zalzalah hafalanku, tinggal 2 surat lagi insya Allah bisa hafal jus 30. Senang bukan kepalang, kayak kecanduan gitu menghafal Alquran akhir2 ini. waktu menunggu di lift bisa digunakan buat ngulang hafalan, diangkot jg, pas jalan kaki pergi ato pulang k kantor bisa buat ngulang2 bbrp surat. Kayak dapat kesenangan tersendiri.

Ya Allah, aku suka menghafal Alquran ini. Semoga diakhir hayat engkau mudahkan lidah ini membaca kalamMu. Semoga Allah tidak membiarkan aku salah jalan, setelah dia beri aku petunjuk dan nikmat sebesar ini. Aamiin.





Belajar Motor

10 04 2015

eh eh..gw lupa kasih tau  klo gw punya resolusi lain lo tahun ini. apakah itu? gw pengen bisa motoran. secara kan gw sangat teramat membenci MACET so much, solusi yang kepikiran sm gw smpe detik ini cuma itu, harus bisa motor. jd lumayan bisa ngejar waktu. trus gw kalo ngeliat anak kecil, ato yg udah berumuran bisa belajar motor dgn cepat gw suka iri lo. pinter ya mereka..apalagi yang bisa mobil, iri gw meningkat bbrp kali lipat. semoga Allah mengizinkan jg gw bisa motoran dan nyetir mobil kelak. Aamiin. skr kita cerita yang latihan motor dl ya.

sebenarnya dr januari kmr udah sounding2 k uda. si uda tarik ulur mulu, trus mana cuaca yg kdg pas ada waktu pas ujan, ato pas week end ada aj acara keluarnya yang mengakibatkan belajarnya br dimulai sabtu kmr. trus sebenarnya lagi gw udah pernah belajar motor sm uda dulu. cuma ya gitu d, kayaknya keberanian tu sgt tipis. jd teteup aja blm bisa. nah kmr itu siuda lags menyarankan latihannya lgs k jalan aja, mumpung sabtu, sepi.. kemana kita meluncur? ga jauh kok dr rumah. jalan pejompongan sana latihannya, muter k farmasi, trus muter d k jalan benhil. gitu aja rutenya beberapa kali. ada 5 kali muter d kayaknya.
ada bbrp ajarnnya si uda yg harus gw note bgt ini :

  • pas belokan, gas di lepaskan, rem kiri tekan. ingat sen dinyalakan dulu.
  • pas ngelewatin polisi tidur usahakan jarak bbrp meter sblmnya udah di rem duluan jd guncangannya ga terlalu berasa.
  • Sen kanan kiri jgn lupa selalu dinyalakan ketika mau belok. jgn lupa lgi untuk menstandarkan lbh dahulu ya.
  • Fokus kejalanan kita aj. jangan sampai ambil jalan orang. apalagi pas belok k kanan yg tajam pula. rawan itu!!!

Alhamdulillah sh udah bisa, meningkatlah progressnya. latihannya ga lama juga. kalo ga salah kurleb sejam aja. hari minggunya jg gitu muter lagi pejompongan farmasi benhil. tp ya itu kembali lagi k persoalan awal, keberanian gw masih lemah. pas jalanan rame gw udah stres duluan. jd kalo disuruh sendiri belum berani kayaknya. oiya, pas latihan kmr dunk, lampu merah gw maju aja gitu mana belok kanan lagi. untung bgt gw ga kenapa2. msh lampu merah pejompongan sh dan hari sabtu pula. jd untung bangetlah ya. jd gmn kesimpulannya, PRnya yg hrs gw ingat bgt ini :

  • gw suka grogian. terutama pas saat ada mobil depan berenti mau ngambil kanan msh takut.
  • pas posisi dr berenti k tarikan pertama kok rasanya keseimbangan gw susah di atur ya. kata si uda coba kedua kaki diturunin buat imbanginnya. cara ini lumayan mmbantu mnrt gw.

Demikianlah cerita latihan motor gw. semoga tahun ini gw bisa mahir dan berani naik motor di area jakarta ini. jadi kalo kemana2 gw ga terlalu tergantung di anter jemput sm uda. dan yg lebih penting lagi, kalo pun masih ngontrak, gw pengen kontrakan dgn minimal 2 kamar yg mana itu ga akan terjangkau kl gw tetep ngontrak di benhil ini. jd ga apa2 d jauhan dikit, tp karna gw bisa naik motor harusnya ga ngeluh dan jenuh sm macet lagi.

Semangat bunda fawwaz…km bisa!!!